LEMAK DAN KOLESTEROL DARAH¹

Lemak sebagai komponen tubuh Remaja laki-laki saat berumur 20 tahun komponen lemaknya kurang lebih 12% dari berat badannya, daat nanti berumur 40 tahun komponen lemaknya akan menjadi 22% dari berat badan, dan pada umur 50 tahun menjadi 24%. Jadi, semakin berumur komponen lemaknya bertambah banyak. Pada perempuan komponen lemaknya lebih banyak lagi. Pada saat berumur 20 tahun 27%, menjadi 32% pada umur 40 tahun, dan menjadi 34% pada umur 50 tahun. Elemen lemak Lemak bisa dibedakan menjadi elemen-elemennya, yaitu :  Asam lemak  Kolesterol  Trigliseride  Fosfolipid Semua jenis lemak tadi tidak dapat larut dalam air dan plasma darah. a. Asam lemak. Asam lemak adalah suatu asam organik yang dapat dibagi menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Tubuh manusia dapat membentuk asam lemak sendiri, namun untuk beberapa asam lemak tidak jenuh tubuh manusia tidak bisa memproduksinya dan harus mendapatkannya dari makanan, misalnya asam linoleat, asam linolenat, dan asam arakhidonat. b. Kolesterol. Kolesterol adalah sekelompok senyawa organik dari golongan lemak. Umumnya dibentuk di dalam jaringan hewan, walaupun ada juga yang dibentuk oleh tumbuh-tumbuhan. Di dalam tubuh manusia, selain jenis kolesterol yang bisa dibentuk oleh jaringan tubuh, ada juga jenis kolesterol yang merupakan hasil dari penyerapan makanan. Jenis yang terakhir inilah yang paling utama dan terbanyak ada di dalam tubuh. Kolesterol yang ada di dalam darah adalah kolesterol yang berikatan dengan protein. Dalam bentuk berikatan dengan protein ini kolesterol bisa ditransportasi ke seluruh tubuh. Kolesterol sangat penting bagi tubuh, yaitu untuk bahan pembentukan hormon, membentuk garam empedu. Kolesterol dibuang melalui saluran empedu ke dalam tinja. Walau sangat diperlukan oleh tubuh, namun bila berlebihan juga berbahaya. Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat menyebabkan arterosklerosis. Arterosklerosis bisa terjadi di seluruh pembuluh darah, dan bila terjadi di pembuluh darah jantung bisa menyebabkan penyakit jantung koroner. c. Trigliseride. Yaitu golongan lemak netral, yang bila dipecah akan menghasilkan asam lemak dan gliserol. d. Fosfolipid. Merupakan golongan lemak yang menyerupai trigliseride, yang mengandung fosfat dan nitrogen. Seperti disebutkan di atas, bahwa lemak tidak larut dalam plasma darah. Agar bisa masuk ke dalam darah, lemak harus berikatan dulu dengan protein, yang disebut lipoprotein atau kompleks lipid-protein. Lipoprotein larut dalam aliran darah sehingga bisa ditransportasi ke seluruh tubuh. Lipoprotein banyak macamnya, yang ditentukan oleh jenis dan banyaknya lipid yang berikatan, serta jenis proteinnya. Kolesterol, trigliseride, dan fosfolipid berikatan dengan protein-protein tertentu (apoprotein) membentuk apa yang dinamakan lipoprotein, sedangkan asam lemak berikatan dengan albumin. Lemak dalam tubuh Klasifikasi lipoprotein didasarkan pada muatan listriknya (dengan elektroforese) atau didasarkan pada berat jenisnya (dengan ultracentrifuge). Ada 4 klasifikasi lemak yang terdapat dalam plasma darah, sel dan jaringan, yaitu :  Kilomikron.  VLDL (very low density lipoprotein).  Kolesterol LDL (low density lipoprotein).  Kolesterol HDL (high density lipoprotein). Kilomikron dibentuk oleh trigliseride eksogen (80 – 95%), apoprotein-B, dan apoprotein-C. VLDL oleh trigliseride endogen (55 – 65%), kolesterol, fosfolipid, apoprotein-B, dan apoprotein-C. LDL dibentuk oleh trigliseride 8 – 12%, kolesterol dan kolesterol ester (40 – 50%), apoprotein-B (20%). HDL dibentuk oleh olesterol dan kolesterol ester (20%), fosfolipid (30%), dan apoprotein-A (30%). Kolesterol yang ada di hati sebagian akan diekskresi sebagai asam empedu yang juga berguna untuk pencernaan lemak di usus. Perjalanan Kolesterol LDL dan Kolesterol HDL Kolesterol dan trigliseride akan berikatan dengan protein tertentu yang disebut apoprotein-B membentuk VLDL. Dengan bantuan enzim lipoprotein lipase, VLDL ini akan diubah menjadi kolesterol LDL. Selanjutnya kolesterol LDL yang beredar dalam darah akan ditangkap oleh reseptor LDL di jaringan hati, kelenjar gonad, dan kelenjar adrenal menjadi deposit lemak dan hormon. Bila penangkapan kolesterol LDL oleh reseptor LDL terganggu, maka kolesterol LDL yang mengalir di dalam darah akan meningkat jumlahnya, karena tidak tertangkap oleh reseptor di jaringan. Kolesterol LDL yang meningkat di dalam darah ini akan cenderung menempel di dinding pembuluh darah, terutama di pembuluh koroner. Akibatnya pembuluh koroner akan mengalami penyempitan. Proses penempelan lemak di pembuluh darah ini berbeda dengan proses penangkapan lemak oleh reseptor LDL. Penempelan di dinding pembuluh darah disebabkan oleh kadar kolesterol LDL di dalam darah telah ’jenuh’ dan bukannya ditangkap oleh reseptor. Kolesterol dan trigliseride berikatan dengan apoprotein-A akan membentuk kolesterol HDL. Berbeda dengan kolesterol LDL yang aterogenik atau cenderung menumpuk di pembuluh darah, kolesterol HDL malah menyedot timbunan kolesterol di jaringan dan membawanya ke hati untuk selanjutnya dijadikan bahan pembentuk empedu. Bertambah tinggi kadar kolesterol HDL, maka bertambah baik untuk menormalkan kadar kolesterol total. Lemak dalam makanan Makanan kita sehari-hari terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Lemak yang kita makan di dalam usus akan dicerna menjadi asam lemak, trigliseride, kolesterol dan fosfolipid, yang kemudian akan diubah menjadi kilomikron agar dapat diserap oleh cairan limfe menembus dinding usus, yang nantinya dibawa ke hati. Di dalam hati, kilomikron akan diubah kembali menjadi kolesterol dan trigliseride. Selain mendapat lemak dari makanan yang diserap oleh usus, hati juga membuat kolesterol dan trigliseride dari bahan karbohidrat. Jumlah lemak yang diproduksi oleh hati tergantung pada jumlah lemak yang diserap oleh usus. Bila lemak yang kita makan sedikit, maka hati akan memproduksi lemak dari karbohidrat. Hiperlipidemia Keadaan hiperkolesterolemia bersama dengan hipertrigliseridemia disebut hiperlipidemia atau dislipidemia. Pada penderita hiperlipidemia sebelum mendapat terapi medikamentus (terapi dengan obat), maka terlebih dahulu diberikan terapi diet. Dietnya diatur sebagai berikut :  Bila hiperlipidemia saja, maka intake kolesterol diberikan 300 mg/hari.  Bila hiperlipidemianya disebabkan oleh diabetes mellitus, maka intake kolesterolnya diberikan 200 mg/hari. Tubuh mengurangi kadar kolesterol dalam darah dengan mengeluarkan atau mengekskresi kolesterol bersama empedu ke dalam lumen usus. Namun kolesterol yang diekskresi ini tidak seluruhnya dibuang bersama tinja, karena sebagian ada yang diserap kembali menembus dinding usus masuk ke dalam darah. Bila jalannya makanan di dalam usus lambat, misalnya pada orang yang kebiasaan buang air besarnya tidak setiap hari, maka kolesterol yang diserap kembali lebih banyak dibandingkan dengan bila jalannya makanan lebih cepat. Oleh karena itu, upaya menurunkan kolesterol juga dengan cara mempercepat jalannya makanan dengan merangsang gerak usus. Makanan yang mengandung banyak serat akan merangsang gerak usus dan mempercepat jalannya makanan. Diet rendah kolesterol berarti mengurangi makanan produk hewan, seperti otak, jeroan, atau kuning telur. Ada orang yang telah menjalani diet rendah lemak maupun puasa, namun kilomikronnya masih tetap tinggi. Keadaan ini disebut hiperkilomikronemia. Kasus yang demikian ini jarang ditemui, dan biasanya familial. ———————————————————— “Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu, padanya ada bulu yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan.” (QS An Nahl : 5) “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al A’raaf : 31) ————————————————————

Sumber :

1. Seluk Beluk Pemeriksaan Kesehatan (General Medical Check Up) : Bagaimana Menyikapi Hasilnya.

Oleh Dr. R. Darmanto Djojodibroto Sp.P. FCCP

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: